Dr.Soegianto Soelistiono, Ir.,M.Si

Berpacu menjadi yang terbaik

Relativitas dan Isra' Mi'raj

27 May 2013 - dalam Kuliah Kapita Selekta Oleh soegianto-fst

Sering kali kita mendapatkan pertanyaan yang menggelitik, yaitu bagaimana hukum dan informasi yang bersumber dari Agama dibenturkan dengan kajian ilmiah. Tentunya hal ini bukan masalah tabu, masalah ini harus dijelaskan secara gamblang. Beberapa yang sering jawabannya mengambang adalah kasus Isra' Mi'raj dan analisa teori Evolusi manusia. Seringkali hal ini sengaja diambangkan oleh guru-guru atau dosen dikelas dengan mengatakan ini masuk dalam arena yang pembahasannya berbeda. Dalam tulisan ini saya akan membahas benturan pemikiran untuk Isra' Mi'raj dengan konsep relativitas Einstein, yang difokuskan di konsep relativitas khusus saja agar mudah difahami.

Sebelum membahas masalah yang khusus yaitu relativitas, saya ingin membahasa definisi ilmiah dulu, agar pemahaman kita menjadi lengkap. Ilmiah menurut pandangan saya adalah kumpulan dokumen-dokumen yang dibuat oleh para ilmuan (sebagian besar) dan dilakukan pengkajian urutan pohon penelitiannya dengan sangat disiplin, disiplin dalam proses melakukan koreksi ataupun peletakan posisi masing-masing dokumen, sehingga sangat terlihat rapi, disinilah definisi ilmiah, artinya ? ..... dengan pemikiran ini artinya adalah, bahwa para ilmuan yang sedang meneliti ini hakekatnya sedang meraba ketentuan ALLAH sebagai sumber hukum dari ketentuan tersebut. Dengan demikian terlihat bahwa yang absolut adalah ketentuan ALLAH itu sendiri dan dokumen ilmiah ini lebih bersifat nisbi.

Kembali kepermasalahan relativitas, kita tahu bahwa relativitas ini lebih kearah perbedaan cara pandang object yang satu ke object yang lain dalam kerangka acuan yang berbeda, jika mereka berdua dalam kerangka acuan yang sama tentunya masalah relativitas ini menjadi tdk muncul. jadi untuk object dengan kerangkan acuan yang sama tdk akan mengalami perubahan terhadap sistem satuan waktu, massa dan panjangnya. sedangkan object yang berada dalam kerangka acuan yang lain akan meihat ketiga satuan tersebut menjadi berbeda dengan satuan dalam kerangka acaun dirinya.

Akan lebih menarik jika kita membuat kerangka acuan object yang kita pandang mempunyai kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya (apa mungkin ?), beberapa Fisikawan masih beranggapan bahwa kecepatan absolut adalah kecepatan cahaya, ok ini merupakan diskusi yang mungkin akan sangat keras dikalangan para fisikawan sendiri tentang kecepatan absolut tersebut. karena dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya dalam perumusan relativitas maka nilai-nilai dari ketiga satuan tersebut menjadi imaginer karena mempunya formula akar pangat dua dari sebuah nilai negatif. Kembali ke wacana semula bahwa object yang bergerak tidak akan merasakan perubahan waktu, massa dan panjangnya maka dapat diartikan bahwa object tersebut akan merasanya nyaman, meskipun dalam pandangan object yang berbeda kerangkan acuannya akan terlihat aneh atau bahkan tidak terlihat karena akar nilai negatif tersebut.

Dengan pemahaman awal bahwa rabaan ilmuan termasuk kasus relativistik ini adalah nisbi, maka sangat dimungkinkan dalam persamaan relativitas bisa dimunculkan suku-koreksi dikemudian hari, Dan ketentuan ALLAH adalah yang absolut karena belum semua firman ALLAH yang telah berhasil diraba oleh iluan dan tentunya hasil rabaannya belum tentu benar juga.

HANYA ALLAh YANG MAHA MENGETAHUI, ILMU MANUSIA HANYA SETETES DIBANDINGKAN LAUTAN YANG LUAS. 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   ">