Dr.Soegianto Soelistiono, Ir.,M.Si

Berpacu menjadi yang terbaik

Tentang logika kerja bagi Mahasiswa

27 October 2011 - dalam Idea Ku Oleh soegianto-fst

Sebagai Dosen saat ini aku sering melihat mahasiswa yang terlalu berani untuk tidak berfikir masa depan setelah lulus. Hmmm, mungkin ini dikarenakan belum tumbuhnya pemahaman akan kesulitan yang dihadapi setelah mereka lulus. Beberapa alumni baru saat ditanya tentang kenapa saat ini dia kesulitan mendapatkan pekerjaan, biasanya mereka sendiri kurang faham kenapa sampai saat ini masih susah menembus arena lowongan pekerjaan yang ada. Melihat kondisi ini terfikir oleh ku, bahwa akar permasalahan kesulitan dalam memperoleh pekerjaan ini masih menjadi misteri. Trus pertanyaan apakah ini bisa dicari jalan keluarnya ?.... hmm sepertinya saya juga bukan seorang yang punya jawaban yang sangat tepat, tapi mungkin akan aku coba memberikan masukan, dan mungkin bisa dijadikan referensi.

Dalam pengamatanku, selama menjadi mahasiswa, biasanya mereka akan fokus untuk mempercepat waktu kuliahnya, hal ini bisa dikarenakan biaya, misal tuntutan orang tua agar cepat menyelesaikan kuliah sehingga tidak makin bengkak biayanya, belum lagi yang membayar biaya kuliah dengan sangat tertatih-tatih. Dalam hal ini, orang tua akan berusaha membuat anak mahasiswanya makin giat belajar agar cepat lulus. Dan imbasnya bisa kita lihat bahwa mahasiswa sering fokus pada kelulusan bukan pada penguasaan. Seberapa mafaat sebuah penguasaan materi kuliah ? bukankah banyak yang diajarkan di perkuliahan tidak akan ditemui lagi ( mungkin ada, tapi aku rasa sangat sedikit ) ? jadi jika dilogikakan rasanya juga nggak ngaruh deh .... hmmmm 

Saat enjadi mahasiswa, seharusnya adalah masa keemasan dari penggalian potensi diri. Saat itu adalah waktu dimana lingkungan dunia kampus harusnya mampu membuat mahasiswa memunculkan potensi primanya. Linkkungan akademik dan komunitas terdidik haruanya menjadikan mereka bisa saling mengasah satu sama lain. Merka bisa saling beradu argument sesama mahasiswa sebagai bahan latihan kelak saat lulus menghadapi para profesional. Komunitas yang relatif homogen dalam bidang keilmuan harusnya mampu membuat mahasiswa memunculkan ide-ide segar yang inovatif. Tapi ... kenapa keadaan ini sering susah ditemukan ? .... hmmm . Menurut pemahamanku, yang sering terjadi adalah karena fokus mahasiswa tadi..... lebih fokus untuk segera menyelesaikan perkuliahan dengan mengejar pengambilan sks sebanyak-banyaknya dengan pemikiran agar bisa lulus dengan cepat. Mungkin dua arena ini bulan arena yang baik untuk dipertentangkan ... karena, sangat mungkin mahasiswa bisa memanfaatkan lingkungan kampus yang merangsang daya inovatif dia tapi bisa lulus dengan cepat dengan IPK yang memuaskan.

Yah ... ini mungkin sekedar wacana, tapi melihat DELL dan juga si Mark pengkreasi Facebook, dimana mereka sukses saat masuh menjadi mahasiswa, ini adalah karena mereka sangat bisa memanfaatkan kondusifnya lingkungan kampus untuk merangsang daya inovatif dari mereka.

SEbagai Dosen, saya ingin berpesan kepadaadik-adikku mahasiswa, manfaatkan lingkungan kampus yang kondusif dengan perangsangan daya inovatif ini dengan baik, jangan sampai saat sedah menyadari kuliah diperkirakan kurang 1 tahun lagi, masih belum bisa menjawab pertanyaan .... setelah lulus akan membuat karya apa? atau akan beraktifitas dimana ?, ini artinya persiapan akan tantangan dunia setalah selesai kuliah masih menjadi hal yang tabu didiskusikan di saat mahasiswa masih berstatus " Mahasiswa"

Semoga ide sederhana ini bisa membawa manfaat bagi pembacanya. 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :